Akan tetapi rencana tinggal rencana, ketika di hari Selasa malam jam 21.30, sepulangku dari kantor, teman serumahku mengajakku jalan-jalan ke Bandung bersama saudaranya. Dan aku mengiyakan.
Dalam waktu 1 jam, kami sudah membooking tiket travel Jakarta - Bandung di hari Kamis siang, satu malam penginapan di Lembang (memilih yang termurah - Rp.260.000,- per malam) dan tiket kereta api Bandung - Jakarta di hari Sabtu siang.
Ini untuk pertama kalinya kami bertiga pergi bersama-sama ke luar kota dalam rangka liburan. Di Bandung kami akan menginap di rumah tanteku, adik mendiang papa. Aku terakhir menginap di rumahnya belasan tahun yang lalu, dan untungnya tanteku tidak pergi kemana-mana liburan kali ini.
Kristy, sang inisiator liburan adalah penentu jadwal liburan kali ini. Selama 4 hari aku menjadi penonton interaksi kakak adik yang hanya berbeda usia satu tahun ini. Aku tidak punya saudara perempuan, jadi aku tidak pernah merasakan kecerewetan timbal balik yang hanya dimiliki antar saudara perempuan. Terkadang membosankan tapi seringkali lucu. Saling mengomentari pakaian yang sudah dipilih untuk dipakai, dan berakibat kerelaan menunggu salah satu untuk mengganti pakaian,
Kami tiba di Bandung hari Kamis 14 Juni 2018, pukul 17.20, empat jam perjalanan dari Jakarta. Setelah menginap satu malam di Bandung, di hari Jumat pagi kami naik transportasi online dari Bandung ke Lembang. Kami menginap di Imih Enin, penginapan sederhana yang terletak beberapa km di luar kota Lembang arah Cimahi. Lokasinya beberapa meter masuk gang di sebelah tempat outbound yang cukup besar, sehingga mobil kami sempat terlewat dan harus putar balik.
Penginapan ini dikelola keluarga, tempatnya cukup bersih dan kami disambut oleh kafe yang nyaman untuk nongkrong di bagian depan. Ada tiga kamar di bagian atas dan tiga kamar di bagian bawah. Kamar kami di bagian bawah, kami harus menuruni tangga yang ada di sebelah dalam kafe.
Tujuan pertama kami hari itu adalah Dusun Bambu, hanya sekitar 3 km dari penginapan. Pesanan taxi online kami langsung disambut dan kami sampai di Dusun Bambu sekitar jam 12.30. Pengunjung sudah cukup banyak yang antri dan kami langsung makan siang dahulu sebelum mulai menikmati atraksi di dalam Dusun Bambu.
Seiring langkah kami menelusuri Dusun Bambu, aku menyadari satu kenyataan. Sometimes happiness is as simple as a pure satisfaction of knowing that you have taken a good photo shoot of yourselves.
Dan tampaknya itu adalah salah satu tujuan utama para pengunjung tempat wisata zaman sekarang. Kami harus sabar mengantri di lokasi background yang instagramable, dan harus cepat-cepat mengambil foto sebelum rombongan lain datang dan mengisi background yang kami pilih. So, I go with the flow, learn how to do an interesting pose, which is quite difficult for the "stiff me". Untungnya aku punya dua orang kaki tangan yang dengan senang hati memberitahuku ketika poseku terlalu biasa atau jujurnya jelek abis.
![]() |
| This photo was taken in several attempts to ensure that the background was clear & everyone looked decent |
Akan tetapi highlight yang paling mengesankan bagiku bukan pada bertambahnya data base PP (Profile Picture) hasil dari berpose selama 3 hari. Tetapi pada kebersamaan yang kami rasakan. Hari pertama Lebaran, 15 Juni 2018, adalah hari ulang tahun Kristy. Pagi itu kami menikmati sarapan lontong sayur di kamar dan saling mendoakan yang terbaik untuk Kristy - teman serumahku selama 8 tahun yang akan melepas masa lajangnya tahun ini.
There are moments that so easily forgotten but there are also special moments that stay in your heart forever, and this would be one of that special moment.


No comments:
Post a Comment