Tuesday, September 15, 2009

Suatu Hari Di Perkampungan Facebook

Sejak demam facebook mulai melanda sejak awal tahun lalu, rutinitasku mulai berubah. Hampir setiap hari cek facebook (FB) adalah suatu hal yang pasti aku lakukan. Dan tidak terasa FB juga mempengaruhi hidupku. Aku bisa berhubungan kembali dengan teman – teman masa SD, SMP dan SMA, kuliah dan kerja yang sudah aku anggap tidak bakalan ketemu lagi.

Reuni jadi kebiasaan baru sejak demam FB merebak. Uniknya, lewat reuni ala FB aku bisa kenalan lagi dengan teman – teman yang aku tidak kenal saat sekolah. Itulah dahsyatnya networking.

Di FB kita bisa menjumpai berbagai tipe orang. Ada teman-teman yang suka share apa yang sedang mereka rasakan, entah itu baik atau buruk. Ada luapan kegembiraan dan juga luapan kekesalan ! Ada yang menceritakan apa yang sedang mereka kerjakan sekarang. Ada pula yang suka memberi komentar, baik itu bercanda, ngejatuhin atau ngasih semangat.

FB jadi seperti suatu kampung yang ramai. Dengan melihat status teman – temanku, aku sedikit banyak bisa tahu apa yang sedang mereka alami sehari – hari, bagaimana reaksi mereka saat menghadapi masalah, apa yang sedang mereka alami. Lewat FB aku bisa tahu nama perusahaan baru tempat temanku pindah kerja, tanpa dia cerita, gara – gara dia rajin update statusnya di FB. Meskipun temanku tidak memberitahukan kemana dia mau berlibur, akhirnya aku bisa tahu kemana ia berlibur, lewat komentar temannya yang lain di FB. Jadi, apakah itu sesuatu yang baik atau tidak baik, tergantung bagaimana kita menggunakan informasi tersebut.

Bagiku sendiri, FB sangat membantuku untuk belajar memberikan dorongan semangat, simpati, doa, dan turut bergembira untuk hal – hal yang dialami orang – orang yang aku perhatikan. Dari FB aku tahu bahwa ayah sahabatku waktu kuliah di Surabaya (sekarang aku tinggal di Jakarta) meninggal mendadak karena serangan jantung. Dari FB aku tahu, anak temanku yang tinggal di kota lain sedang sakit yang belum ketahuan apa penyebabnya, dan masih banyak lagi kejadian yang lain.

Beberapa bulan yang lalu, aku post status di FB saat laptopku crash dan semua datanya hilang. Dan tidak disangka banyak teman-teman yang begitu perhatian dengan memberi saran, komentar, dan penghiburan di statusku. Wow..selain terkejut aku juga cukup senang. Ternyata ada yang perhatiin aku juga ya..:). Saat ulang tahun juga adalah saat yang mengharukan, aku membaca setiap ucapan selamat ulang tahun yang dipost di wall ku. Sesederhana apapun, itu adalah bukti bahwa aku punya orang – orang yang memperhatikanku. Dan aku mengucap syukur atas semua bentuk perhatian dan kasih yang diberikan padaku.

Jadi kalau saat ini kita sudah tergabung di kampung FB, ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk memperhatikan teman – teman sekampung kita. Lebih mudah untuk mengupdate status kita dengan problem, hal – hal negatif, keluhan, sarkasme. Akan tetapi hidup kita sudah penuh dengan hal – hal negatif baik dari diri kita sendiri, orang – orang di sekeliling kita bahkan masyarakat dimana kita hidup.

Satu kutipan dari film “Departed” yang kutonton dua hari yang lalu, “ Aku bukanlah produk dari lingkunganku, tapi lingkunganku adalah produk dari diriku.” Jadi kalau kita bisa mengubah suasana hati seseorang yang sedang bete dengan kata – kata yang membangun, bukankah kita sedang mengubah lingkungan kampung Facebook kita?

Amsal 16:24 Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.

Allah selalu melihat yang baik dalam diri kita, walaupun kita sendiri tidak melihatnya.

Allah menyebut Gideon sebagai pahlawan, saat ia melihat dirinya sendiri sebagai pecundang.
Yesus menyebut Petrus sebagai batu karang, saat ia melihat dirinya sendiri sebagai orang plin – plan.
Allah menyebut Abraham sebagai bapa orang beriman, saat ia mulai meragukan janji Bapa

Kalau Allah mengucapkan iman yang sedemikian besar terhadap diri kita, sudah saatnya kita juga punya iman untuk mengucapkan perkataan yang membangun, janji Tuhan kepada teman – teman kita, dimulai dari satu hal yang sederhana...menulis komentar yang membangun, memberi perhatian, berdoa, memberi saran dan bantuan bagi orang – orang yang Tuhan sudah taruh di perkampungan FB kita.

Saat kita menabur, kita pasti akan menuai. Akan ada orang – orang yang Tuhan gerakkan untuk menguatkan kita saat kita lemah, apabila kita setia menabur perkataan firman Tuhan kepada orang – orang yang sedang membutuhkan. Selamat menjadikan hari yang luar biasa di kampung Facebook kita masing – masing!

No comments:

Post a Comment